skip to main |
skip to sidebar
LONDON - Sebuah studi mengungkapkan, lebih dari 50 persen pria terinfeksi virus yang ditularkan secara seksual dan bisa menyebabkan mereka maupun partner seksual mereka menderita kanker.
Ya, berdasarkan studi yang dilakukan Profesor Anna Giuliano dari H Lee Moffitt Cancer Center and Research Institute di Tampa, Florida, sekira 50 persen pria memiliki papillomavirus (HPV) yang kerap tak terdeteksi pada saat melakukan hubungan seks tak aman.
Dari grup itu, setidaknya enam persen terjangkit HPV 16, yaitu virus yang dikenal bisa menyebabkan kanker rahim pada wanita maupun kanker lainnya pada pria. Demikian seperti dilansir Telegraph, Rabu (2/3/2011).
Profesor Giuliano menemukan, 32 ribu kasus kanker pada pria dan wanita pada 2009 di Amerika Serikat terkait infeksi HPV.
"Infeksi HPV pada alat kelamin di kalangan pria tercatat cukup tinggi. Biasanya, itu terjadi pada berbagai kelompok usia di Brasil, Meksiko dan Amerika Serikat," ujar Giuliano.
"Hasil studi ini memberikan data yang sangat dibutuhkan tentang kejadian dan pengobatan infeksi HPV terhadap pria. Data-data ini penting untuk mengembangkan model vaksinasi yang realistis dan efektif secara internasional," tambahnya.
Studi ini menganalisa 1159 pria dengan usia 18 hingga 70 tahun dari AS, Brasil dan meksiko. Semuanya diketahui tidak memiliki virus HIV ataupun sejarah kanker.
Semuanya melakukan pemeriksaan kesehatan setiap enam bulan selama dua tahun. Peneliti menemukan, terjadi infeksi HPV baru sebanyak 38,4 persen.
Penderita dengan infeksi HPV dengan 50 partner seksual wanita atau lebih memiliki risiko 2,4 kali lebih besar terjangkit kanker ketimbang mereka yang hanya memiliki satu partner atau tidak sama sekali.
0 komentar:
by Pakto
by misterdarvus
Posting Komentar